Warga Sragen Terlanjur Robohkan Masjid Dijanjikan Dibangun Megah Pengusaha Kaya, Jamaah Terlantar


Sebuah masjid bernama Alfatah berdiri kokoh berakhir dengan semua bangunannya rata dengan tanah. Bukan kena gempa atau hempasan banjir bandang. Akan tetapi atas kesepakatan takmir masjid, warga dan jamaah sendiri merobohkannya.

Masjid tersebut karena dijanjikan akan dibangun kembali menjadi megah, atas kesediaan penguasaha kaya dan dermawan. Nanun kini lebih dari 400 KK di lingkungan sekitar kehilangan rumah ibadah tersebut karena janji pengusaha tersebut tak kunjung datang. 

Info yang baru saja dari Munawar Fuad Noh biasa disapa Kang Fuad, Sekretaris Lembaga Takmir Masjid PBNU, menerima laporan via telepon pada Selasa, 5 April 2022, pukul 13.00, dari KH Sriyanto, Ketua PCNU Sragen. 

“Statusnya darurat. Saya langsung respons agar segera ditinjau dan  dilakukan apa yang secepatnya bisa kita support dalam waktu segera untuk memastikan warga bisa menunaikan ibadahnya”, papar Munawar Fuad Noeh, yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia Pusat.

Dari titik lokasi dengan kediaman Ketua PCNU Sragen mengabarkan kepada Kang Fuad bahwa lebih dari 400 KK di sekitar masjid tersebut menggelar shalat di tempat warga, tempat darurat, sekitar 50 meter dari Masjid yang dirobohkan tersebut. Luas tanah area Masjid sekitar 16 x 12 Meter persegi.

Saat menggali latar belakang kejadiannya, Kang Fuad juga menerima informasi dari Ketua PCNU Sragen yang sigap langsung mengunjungi tempat lokasi. 

Ketua PCNU tersebut menceritakan. Entah bagaimana ceritanya, warga dan jamaah sepakat merobohkan masjid yang akan dibangun hanya dengan 6 bulan akan menjadi bangunan yang lebih pantas, megah dan indah. Namun, kabar dan info tersebut cuma janji palsu alias halusinasi.

Letak masjid Alfatah beralamat
di kampung dukuh, desa, Kebayanan II, Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57272. Tercatat, Ketua DKM / Takmir Masjid adalah  Lilik Purnomo.

Saat ini, LTM PBNU telah meminta PCNU bersama LTMNU Sragen hingga pengurus daerah untuk melakukan langkah-langkah.

Pertama, mendukung bantuan cepat dan real apa yang mendesak seperti sarana tempat wudlu dan MCK. Kedua, memfasilitasi Kegiatan ibadah dg karpet, sajadah atau tempat yang layak dan pantas sesuai syar’i, termasuk penerangannya.

Ketiga, dukungan kesediaan sound system / akustik yang memadai. LKeempat, mulai mengkonsolidasikan Takmir/DKM bersama pembentukan Kepanitiaan Pembangunan masjid, dibawah bimbingan MWCNU / LTMNU Sragen.

Kelima, menggalang donasi berupa infaq, shodaqoh dan jariyah dengan menyiapkan akses rekening lembaga Takmir, MWCNU ataupun Lazisnu setempat.

Kang Fuad menghimbau, “Di Bulan suci Ramadhan ini, Kami mengajak para dermawan dan hamba Allah yang mencintai masjid, untuk ikut beramal guna membangun kembali Masjid Alfatah. Bantuan dan amal bisa langsung melalui MWC NU Sragen”, paparnya

“Insya Allah, LTM PBNU tidak akan tinggal diam dan akan turut mendukung pemulihan dan pembangunan kembali masjid Alfatah. Kami segera laporkan kepada PBNU untuk mendapat arahan dan daya dukung lebih cepat dan memberi solusi”, pungkas Kang Fuad, memberikan semangat kepada takmir dan PCNU Sragen yang masih berada di lokasi hingga saat ini.  

Diperlukan kehati-hatian dan waspada, agar apa yang terjadi dengan masjid Alfatah tidak terulang di tempat lain.